Aku pun ingin tau !

0
155

Rasanya tidak ada orang yang ingin menjadi seseorang yang dianggap mendatangkan masalah bagi orang lain dalam situasi apapun dan dimanapun. Banyak situasi dalam hidup sehari-hari yang membuat stress dan khawatir. Tekanan di tempat kerja, bertengkar dengan kekasih, berselisih paham dengan saudara atau teman dan daftar to do yang tidak ada habisnya. Kehidupan yang penuh liku terkadang membuat orang dipenuhi prasangka dan perasaan-perasaan buruk. Dan sikap buruk itu dapat memperngaruhi jiwa dan pikiran.

Semua orang pernah merasa resah, panik, takut, atau tidak tenang pada satu saat dalam hidupnya. Tak heran ada anjuran : always be positive thinking! Klise, tapi terbukti kebenarannya. Nah, inilah yang terjadi dan dampak dari bersikap dan berpikir negatif. Kemarahan yang dipendam berujung pada penyakit. Ketika orang yang marah memendam perasaan, bukan cuma tekanan darah yang meningkat tapi juga timbul perasaan-perasaan negatif.

Di tempat kerja, dengan menjadi penggosip, si tukang lelet, atau si manis mulut dan menjadi orang yang dihindari. Kesombongan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan, begitu juga kebencian dan iri hati. Yang paling buruk diantara semuanya adalah orang negatif. Ciri-cirinya adalah membenci segalanya. Semua tugas dianggap terlalu rendah. Semua rapat dinilai lama. Semua rekan dianggap terlalu bodoh. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya tak lepas dari sindiran tajam.

Negativitas yang jadi kebiasaan menimbulkan masalah karena bisa dengan cepat menjadi ciri khas dan menutupi prestasi kita yang lainnya. Jadi, Jika terasa diluar kesabaran dan tidak bisa dielakan lagi, untuk mengeluarkan uneg-uneg, lakukanlah sesekali saja dan jangan jadi kebiasaan.

Wajar rasanya sebagai manusia, suatu ketika merasa putus asa, walau putus asa adalah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan, tapi suatu masa pula kita tidak bisa menghindarinya. Begitu juga di saat terjadi suatu kejadian yang tidak mengenakkan, Dari masalah pekerjaan, sampai masalah pribadi, sungguh menyesakan dada dan membuat pusing kepala. Benar-benar menyita pikiran.

“Ya Tuhan…..seandainya aku punya seribu hati, mungkin aku bisa memilih hati yang mana akan kukeluarkan hari ini, besok atau lusa, jam segini, menit ini, bahkkan detik ini.”

Itulah sekelumit kata-kata yang diucapkan seandainya saja kita sebagai manusia mampu melupakan dalam sekejap masalah-masalah yang sedang dihadapi, mungkin kita tidak mungkin memikirkan masalah itu terlalu lama hinggap di pikiran kita.

Aku yakin, tidak ada manusia yang sempurna dan setiap orang bisa berubah. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Bijaksana rasanya jika mau belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu. Dan bodoh namanya, jika tidak mau merubah diri dan jatuh ke dalam kubangan yang sama.

Kita mudah bersikap negatif dengan kesalahan-kesalahan dan ketidakbahagiaan masa lalu. Tapi jauh lebih sehat memandang diri kita dan masa lalu sebagai pengalaman, penerimaan, dan pertumbuhan. Kita menjalani pengalaman yang persis yang kita perlukan, untuk menjadi siapa kita hari ini. Maka, lepaskan pikiran negative yang kita pendam tentang keadaan masa lalu atau hubungan masa lalu dan terima dengan rasa syukur, segala sesuatu yang membuat kita menjadi seperti hari ini.

Namun, kita juga tidak perlu menyesali setiap detik kejadian. Kita diberi akal dan rasa oleh Tuhan untuk bisa mengelola perasaan itu dengan bijak. Yach….sebuah kata bijak mengatakan “Tidak ada yang sia-sia, karena setiap kejadian dalam hidup membuahkan hikmah yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran berharga.”

“Aku adalah pribadi yang bernilai dalam semangat-semangat besar ku, dan aku pribadi yg sama bernilai-nya bahkan dalam perasaan-perasaan lemah ku. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi dari perasaan yang paling mematikan.”

 

sumber

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%