Balita Usia 10 Bulan Ini Memiliki Berat Yang Sama Dengan Anak Berusia 9 Tahun

0
65

Luis Manuel dari Tecoman, Colima, Meksiko Barat, mempunyai berat sekitar 30 kilogram. awalnya ketika lahir berat Luis sekitar 3,5 kilogram. Seorang bayi laki-laki yang baru berusia 10 bulan ini memiliki berat yang sama dengan anak berusia 9 tahun. Hal ini dikarenakan kondisinya yang langka.


Sang ibu, Isabel Pantoja, mengatakan saat Luis berusia usia satu bulan, ia dan suami melihat bahwa beberapa pakaian bayi tidak muat lagi. Akhirnya Luis diber pakaian untuk anak berusia satu tahun, bahkan untuk anak berusia dua tahun.

“Kami melihat berat badan bayi kami bertambah cepat. Terkadang, dia tidak bisa tidur karena merasa seperti sedang tercekik karena berat badannya,” tutur Isabel.

Dokter yang menangani Luis mengatakan anak ini dikhawatirkan memiliki sindrom Prader-Willi (PWS). Ini merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi otot, perkembangan seksual dan sistem saraf. Demikian dilansir The Sun. Dokter di Tecoman mengatakan Luis Manuel menjadi kasus pertama yang tercatat dengan kondisi tersebut di kotanya.

Mario Gonzalez, ayah dari Luis, mengatakan bahwa dia khawatir dengan implikasi kesehatannya terhadap anaknya. “Dalam beberapa kasus, anak-anak telah meninggal karena serangan jantung karena kelebihan berat badan,” kata Mario seperti dilansir Mirror.

Keluarga Luis telah mengajukan sebuah permohonan penggalangan dana karena mereka tidak akan membayar perawatan medis untuk anak laki-lakinya. Pengobatan akan terdiri dari serangkaian suntikan hormon dengan masing-masing dilaporkan dapat menghabiskan 10.000 peso Meksiko atau kira-kira Rp 5 juta.

Sindrom Prader-Willi adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh hilangnya fungsi gen spesifik yang menyebabkan penderitanya merasa terus-menerus lapar, sering menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2.

Terkait obesitas pada anak, dr Ahmad Suryawan, SpA(K), pakar tumbuh kembang anak dari RSU Dr Soetomo Surabaya mengatakan tidak melulu terjadi karena asupan gizi dari makanan yang berlebihan. Obesitas anak juga bisa terjadi karena anak kurang aktif dan memiliki pola hidup sedentary.

“Obesitas itu bukan hanya di asupan gizi masalahnya, tapi juga di aktivitas fisik. Kenapa obes? Karena asupan yang masuk itu kalorinya harusnya terbuang oleh aktivitas fisik. Tapi karena aktivitas fisiknya nggak, ya jadi nggak terbuang,” tutur pria yang akrab disapa dr Wawan dikutip detikhealth.

Pakar gizi anak dari RS Hasan Sadikin Bandung, dr Julistio Djais SpA(K) MKes, menambahkan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencegah obesitas anak adalah memberi pemahaman kepada orang tua. Orang tua harus mengerti bahwa anak yang gemuk bisa membawa dampak buruk bagi si anak di masa depan.

 

Berminat Investasi :

Contact WA : 081266091715

>> Investasi 10 – 25 Jutaan Sudah Bisa Buka Cabang Dengan Sistem Profit Sharing…Garansi Lock Profit 30% untuk 3 tahun pertama, dengan perjanjian Notaris + Proteksi Kerugian.

Dikirim oleh Batam Pop pada 17 Oktober 2017

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%