Baterai Yang Bisa Di Pakai Selama 400 Tahun,Wow!

0
45
UCI chemist Reginald Penner and doctoral student Mya Le Thai, shown, have developed a nanowire-based battery technology that allows lithium ion batteries to be recharged hundreds of thousands of times. Steve Zylius/UCI

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Seperti saat memakai ponsel ketika sedang tiduran dan ternyata ponsel tersebut malah jatuh pas menimpa wajah kita. Tapi terkadang kecelakaan juga tidak sepenuhnya selalu berbuah kesialan lho, ada juga kecelakaan yang akhirnya berbuah manis.

Hal tersebut persisnya dialami oleh seorang mahasiswa dari Universitas California, Mya Le Thai. Ketika dia sedang melakukan eksperimen di laboratorium kampusnya, dia secara tidak sengaja berhasil menciptakan baterai yang bisa dipakai hingga 400 tahun.

Pada awalnya, Thai bersama teman-temannya sedang melakukan eksperimen dengan menggunakan kawat nano untuk digunakan dalam baterai. Namun mereka menemukan kekurangan bahwa kawat nano tersebut akan semakin rapuh dari waktu ke waktu karena terlalu banyak mengalami siklus pengisian.

Yang dimaksud siklus pengisian adalah ketika baterai benar-benar kosong dan diisi lagi hingga penuh kembali. Nah, tapi pada suatu hari Thai tetap optimis untuk bereksperimen kembali dengan melapisi satu set kawat nano emas di dalam mangan dioksida dan Plexiglas seperti gel elektrolit.

“Dia memulai siklus pada kapasitor gel tersebut, dan saat itulah kami mendapatkan kejutan,” ucap Reginald Penner, Ketua Departemen Kimia Universitas California.

“Dia berkata, hal ini telah mengalami siklus sebanyak 10.000 kali dan itu masih berlanjut. Kemudian dia kembali lagi beberapa hari kemudian dan mengatakan, ‘itu telah mengalami siklus sebanyak 30.000 siklus’, dan itu terus berlangsung selama sebulan,” kata Penner.

Penemuan dari Thai ini akhirnya mampu menghilangkan kekurangan yang ada pada baterai laptop yang memiliki rata-rata siklus pengisian dari 300 sampai 500. Baterai ini sudah mengalami 200.000 siklus dalam tiga bulan yang artinya mampu memperpanjang umur baterai hingga sekitar 400 tahunan.

Tentunya jika ini dikembangkan lebih lanjut, limbah baterai yang mengotori lingkungan dapat dikurangi serta dapat digunakan untuk pengganti baterai barang-barang elektronik yang memang memiliki daya tahan yang kurang. Menurut Penner juga pastinya baterai ini akan menghasilkan kemajuan yang lebih besar bagi masyarakat.

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%