Beberapa Pemilik Usaha Kecil Menggaji Karyawannya di Bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK)

0
193

Baru-baru ini Gubernur Kepri baru saja telah menyetujui adanya kenaikan UMK tetapi di Bintan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Reformasi Kabupaten Bintan menemukan banyak beberapa pemilik usaha yang menggaji karyawannya di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan.

Darsono, Ketua Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Reformasi Kabupaten Bintan menyarankan agar mereka menyampaikan keberatan ke dinas terkait agar diteruskan ke gubernur untuk dilakukan penundaan.

Untuk menghindarinya terjadinya dampak buruk seperti pemutusan hubungan pekerjaan (PHK) bagi pekerja, Darsono meminta agar semua pihak untuk bisa berfikir bijak dan tidak memaksa penerapan UMK kepada seluruh pemilik usaha kecil seperti minimarket.

“Sebagai contoh di sebuah minimarket yang mempekerjakan 10 orang pekerja. Sebulan si pemilik usaha mengaku mengeluarkan upah Rp 25 juta, karena upah naik, upah yang harus dibayarkan membengkak menjadi Rp 30 juta an per bulan. Ini membuat pemilik
usaha harus mengurangi operasional dengan memecat dua pekerjanya. Ini
yang tidak kami harapkan,” jelasnya.

Setelah di survei dan menurut pengakuan dari para pekerja minimarket sampai pekerja kedai kopi yang ada di Kabupaten Bintan, upah yang mereka dapatkan sangat kecil sekali nilainya. Upah yang biasa mereka terima selama sebulan berkisar Rp. 1 juta sampai dengan Rp. 1.5 juta. Sedangkan mereka harus bekerja dari pagi hingga malam di setiap harinya.

Agar tidak menjadi beban untuk pengusaha yang baru saja mau memulai usahanya, Darsono berharap agak pemerintah pemerintah dapat menarik lebih banyak investasi ke Bintan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

 

Jika Anda punya Bisnis / Produk / Jasa yang ingin di infokan dan ingin diliput secara GRATIS di BatamPop, silahkan Hubungi :

Admin : 0812 6156 3330


 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%