BPJS Kesehatan Targetkan 100 Persen Warga Batam Jadi Peserta JKN-KIS Tahun 2019.

0
92

Meskipun tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan cukup tinggi di Batam, namun lembaga pengelola Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini tetap berusaha memperbanyak jumlah anggota. Kepala Bidang SDM dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Irfan Rachmadi mengatakan bahwa tunggakan BPJS Kesehatan sejak tahun 2000 lalu mencapai Rp 51,6 miliar.

Tunggakan terbesar adalah kepesertaan mandiri yang mencapai Rp 47,9 miliar dan Rp 3,7 miliar kepesertaan di perusahaan. Faktor utama penyebab tunggakan adalah ketidakmampuan peserta JKN-KIS dalam membayarkan iuran serta pemahaman yang keliru dari masyarakat.

Banyak masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan pada saat tertimpa kemalangan. Bahkan banyak juga dari mereka yang mendaftar dan kemudian membayarkan iuran sekali, setelah itu tidak membayar iuran lagi pada bulan berikutnya.“Selalu begitu polanya, dibutuhkan pada saat kemalangan baru mengurus kepesertaan. Setelah bayar iuran sekali, selanjutnya tidak bayar lagi,” terangnya.

Kendati demikian, BPJS Kesehatan Kota Batam terus menambah jumlah kepesertaan JKN-KIS.
Bahkan, mereka mentargetkan, tahun 2019 nanti, jumlah peserta sudah mencapai 100 persen.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam Zoni Anwar Tanjung optimistis target itu tercapai karena jumlah peserta JKN-KIS saat ini sudah mencapai 82 persen dari total jumlah penduduk kota Batam. Pada Juli 2017, jumlah penduduk kota Batam sebanyak 1.055.040 jiwa dengan total kepesertaan sebesar 858.860 peserta.

Zoni menjelaskan, untuk masyarakat yang berada di pulau-pulau dan kawasan hinterland (pesisir) sudah dilakukan sosialisasi kepada perangkat kecamatan dan kelurahan. Zoni mengakui, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kegunaan JKN-KIS ini menjadi kendala untuk menambah peserta dan penarikan iuran kepesertaan.

“Kita sudah mengimbau agar masyarakat yang sudah merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS agar bisa memberitahukan kepada lingkungan terdekatnya, seperti teman atau tetangga. Kalau ada keluhan, silakan datang kepada kami,” ujarnya.
Menurut Zoni, kemampuan masyarakat dalam membayara iuran memang menjadi masalah tersendiri.

Padahal, manfaat JKN-KIS itu sangat banyak karena bisa melindungi kesehatan keluarga sepanjang waktu dan dalam kondisi penyakit berat apapun juga. “Hanya bayar iuran Rp 25.000 per bulan, biaya operasi hingga Rp 448 juta gratis. Kalau mengumpulkan Rp 25.000 satu bulan, berapa tahun bisa mencapai Rp 448 juta.

Jika Anda punya usaha atau jasa yang ingin di infokan dan ingin diliput secara GRATIS di BatamPop, silahkan Hubungi :

Admin : 0812 6156 3330

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%