DPRD Batam, Pertamina jangan arogan!

0
137

Kebijakan Pertamina untuk pengurangan kuota premium, menuai kontra dari banyak pihak. Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, mengakui bahwa kebijakan ini dirasa konyol, karena tidak ada sosialisasi yang disampaikan ke masyarakat.

Menurutnya, kebijakan yang dibuat bakal berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat. Jika tiba-tiba dihapus, hal ini ditakutkan bakal menyebabkan keributan di lingkup konsumen.

“Sekarang yang ditanyakan, apakah masyarakat mampu kalau langsung dihilangkan? Ini seperti menggunakan kekuasaan untuk membuat kebijakan,” kata Nuryanto, kemarin.

Bahkan, dalam waktu yang dekat pihaknya akan meminta klarifikasi dari pertamina, dan diundang dalam pembahasan akan masalah ini.

“Kita akan disposisikan dengan Komisi I dulu. Yang jelas, Pertamina jangan arogan dalam membuat kebijakan,” ungkapnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging mengaku belum mengetahui adanya pengurangan kuota premium. Menurutnya bila ini sudah dilakukan Pertamina jelas akan merugikan masyarakat. Mengingat situasi ekonomi Batam saat ini.

” Apa ditiadakan atau dibatasi kita belum tahu. Kita akan panggil disperindag untuk mempertanyakan,” tuturnya.

Sementara Yuli, pengawas SPBU Jodoh, mengatakan bahwa pada tahun lalu, SPBU Jodoh mendapat jatah sebanyak 20 KL perhari. Namun berselang waktu, terjadi pengurangan yang signifikan, dan sekarang hanya mendapat jatah antara 10KL sampai 8KL saja.

“Dulu 20 KL, terus 16 KL, terus 10 KL, sekarang antara 8 sampai 10KL,” katanya.

Untuk peminat Premium, ia mengaku sudah tak begitu banyak. Banyak konsumen BBM, yang sudah beralih ke Pertalite. “Dulu yang 5 hari habis, sekarang sehari sudah isi ulang. Kalau jatah Premium, kita setiap hari masih dapat. Ini lagi nunggu antrian di Pertamina,” tuturnya.
Yuk, LIKE dan FOLLOW terus Batam Pop untuk dapat update artikel di fanpage :

Baca juga : Cara berbisnis online dari Android.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%