Gejala dan Penyebab Kelahiran Prematur.

0
94

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Pada kondisi normal, kelahiran akan terjadi setelah kandungan berusia 40 minggu. Dengan kata lain, sebuah kelahiran disebut prematur jika kelahiran itu terjadi pada minggu ke-37 kehamilan atau lebih awal.

Minggu-minggu terakhir kehamilan merupakan saat paling penting untuk proses pertumbuhan janin, khususnya otak dan paru-paru. Maka dari itu, bayi yang lahir prematur cenderung mengalami gangguan medis lebih serius dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama dari bayi yang lahir normal.

Berikut adalah beberapa fakta tentang bayi yang lahir prematur:

  • Bayi yang lahir saat usia kehamilan belum mencapai 25 minggu memiliki risiko penyakit jangka panjang, seperti learning disabilities (kesulitan belajar), gangguan neurologis, dan yang terburuk adalah mengalami cacat fisik.
  • Janin yang lahir sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke-23 tidak akan bisa bertahan hidup di luar rahim sang ibu.
  • Hampir semua bayi yang lahir saat usia kehamilan belum mencapai 28 minggu mengalami gangguan pada sistem pernap
  • Jika bayi lahir setelah minggu ke-32, potensi munculnya risiko penyakit jangka panjang cukup rendah, tidak mencapai 10%.
  • Jika bayi lahir setelah minggu ke-37, risiko komplikasi mereka semakin kecil. Meskipun risikonya kecil, potensi untuk timbulnya komplikasi tetap ada.

Secara fisik, bayi yang lahir prematur terlihat berbeda dari bayi yang lahir normal. Biasanya, mereka bertubuh kecil dengan ukuran kepala yang agak besar. Ukuran badan dan kepalanya terlihat tidak proporsional. Ciri-ciri lain pada bayi prematur adalah:

  • Kurang memiliki refleks untuk mengisap dan menelan, sehingga menyebabkan mereka susah makan.
  • Diselimuti bulu halus (lanugo) yang tumbuh lebat di sekujur tubuh.
  • Sorot matanya tajam. Bentuk matanya tidak sebulat bayi normal karena kekurangan lemak tubuh.
  • Pernapasan terganggu dan suhu tubuh rendah saat dilahirkan.

Penyebab dan faktor risiko kelahiran prematur

Kelahiran prematur disebabkan oleh banyak faktor. Pada kebanyakan kasus, kelahiran prematur terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebabnya secara jelas. Namun ada pua beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kelahiran prematur antara lain pecah ketuban dini, perdarahan pada kehamilan, hipertensi pada saat hamil, serta serviks yang lemah atau tidak kompeten.

Potensi kelahiran prematur pada ibu hamil bisa meningkat karena sejumlah faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur:

  • Sering merokok baik sebelum maupun saat hamil
  • Kekurangan atau kelebihan berat badan sebelum hamil
  • Persiapan kehamilan yang kurang baik atau kurang nutrisi
  • Gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes
  • Mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba selama masa kehamilan
  • Mengandung bayi kembar dua, tiga, atau kelipatannya
  • Jeda kehamilan yang sangat singkat dari kehamilan sebelumnya
  • Pernah melahirkan prematur, keguguran, atau melakukan aborsi
  • Stres akibat banyak pikiran
  • Memiliki masalah pada rahim, serviks, atau plasenta
  • Mengalami infeksi cairan ketuban atau sistem reproduksi
  • Kehamilan melalui vitro fertilization (pembuahan di luar rahim)

Gejala dan komplikasi kelahiran prematur

Gejala-gejala kelahiran prematur bisa dirasakan oleh sang ibu. Sekilas gejalanya terlihat mirip dengan gejala-gejala kehamilan biasa. Untuk memastikan perbedaan gejala tersebut, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Sakit di punggung bagian bawah
  • Kontraksi setiap 10 menit
  • Kram di bagian perut bawah
  • Keluar cairan dari vagina
  • Perdarahan di vagina
  • Sering mengalami keputihan
  • Pinggul terasa tertekan
  • Mual, muntah, atau bahkan diare.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%