GrabPay Masih Proses Izin E-Money Ke Pihak Bank Indonesia

0
50

Urusan izin yang belum rampung ini mau tak mau berdampak pada layanan Grabpay di Indonesia dan perusahaan akhirnya harus menghentikan fitur isi ulang saldo Grabpay.

Grab mengatakan proses pengajuan izin menyenggarakan e-money ke pihak BI sedang berlansung dan berharap dapat segera diselesaikan agar fasilitas top-up ini bisa kembali dinikmati masyarakat Indonesia. “ Untuk itu, kami sedang berdiskusi intensif dengan Bank Indonesia (BI) dalam rangka mendapatkan isin untuk memperluas layana n tersebut, untuk sementara kami menonaktifkan fasilitas isi lang Grabpay Credits terhitung sejak tanggal 16 Oktober 2017 pukul 09.00” tulis Grab.’

Meski begitu fitur isi ulang saldo sudah dinonaktifkan, pengguna Grab yang masih memiliki saldo pada GrabPay masih bisa digunakan saldo tersebut dan juga fitur lain, seperti transaksi serta promo yang tetap berfungsi seperti biasa.

Perusahaan transportasi online tersebut memberikan alternative layanan non-tunai lain selama fasilitas isi ulang saldo GrabPay dinonaktifkan, yaitu lewat kartu kredit/debit atau Mandiri e-cash. Langkah ini diungkapkan oleh Grab melalui blog resminya, yang mereka sebut sebagai upaya untuk mendukung grekan non tunai dan inklusi keuangan.

Grab sejatinya ingin serius mengembangkan GrabPay yang salah satu caranya adalah dengan merekrut talenta berkualitas Ongki Kurniawan pada September 2017  untuk memimpin GrabPay di Indonesia. Ongki sendiri sebelumnya adalah Manging Director Line Indonesia.

Grab bukan satu0satunya perusahaan yang dibekukan layan uang elektriniknya oleh BI. Sebelumnya, BI membekukan layanan uang elektronik milik empat perusahaan e-commerce karena belum mengantongi izin terikat hal tersebut, yaitu, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan PayTren. Sumber : kumparan.com

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%