Hari Duka Nasional Iran Mengumumkan 450 Korban Jiwa dan 30 Ribu Rumah Rusak.

0
62

Otoritas Iran mengakhiri operasi penyelamatan di area-area terdampak gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR). Sejauh ini korban tewas akibat gempa yang menguncang perbatasan Iran dan Irak ini bertambah menjadi 450 orang. Gempa ini mengguncang desa-desa dan kota-kota yang ada di area pegunungan Provinsi Kermanshah di Iran, yang berbatasan dengan Irak pada Minggu (12/11) waktu setempat. Gempa mengguncang saat warga masih terlelap tidur.
Pemerintah mengumumkan bahwa operasi penyelamatan di daerah paling terkena dampak sudah rampung dan hari duka nasional akan diselenggarakan pada Selasa (14/11). Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, mendeklarasikan hari duka nasional ini setelah menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga melalui pernyataan di kantor berita pemerintah. Meski Kepala Badan Medis Darurat Iran, Pir-Hossein Kolivand mengumumkan bahwa operasi penyelamatan di Provinsi Kermanshah sudah rampung, bukan berarti warga sudah dapat hidup tenang.


Setelah gempa, puluhan warga dilaporkan terpaksa menghabiskan malam kedua mereka di tengah udara dingin, sementara otoritas setempat mulai kehabisan pasokan kebutuhan sehari-hari. “Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah tenda, air, dan makanan. Bangunan baru memang masih berdiri, tapi rumah-rumah tua benar-benar rata dengan tanah,” ujar Kepala Garda Revolusi Iran, Mohammad Ali Jafari. Kini, pemerintah sedang berupaya membangun kamp penampungan darurat meski tanah longsor masih melanda desa-desa di sekitar pusat gempa.

Sejumlah pejabat mengatakan kepada AFP, pemerintah baru dapat menyediakan 22 ribu tenda, 52 ribu selimut, dan beberapa ton makanan juga minuman. Kantor berita IRNA melaporkan, 30 tim Palang Merah juga sudah dikerahkan ke zona paling terdampak gempa, terutama Kota Sar-e Pol-e Zahab, di mana 280 orang dilaporkan tewas. Sementara itu, di Irak para warga juga berduka setelah Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa tujuh orang tewas akibat gempa yang mengguncang daerah perbatasan dengan Iran itu.
Daerah Irak yang terkena dampak paling parah adalah Sulaimaniyah, di mana banyak bangunan hancur bahkan rata dengan tanah. Saat seperti ini, para warga saling membantu dan memberikan tumpangan bagi tetangganya yang kehilangan rumah. Di salah satu rumah yang setengah hancur, delapan warga terlihat berlindung bersama di tengah-tengah reruntuhan. Nizar Abdullah, salah satu orang yang menumpang di rumah itu, mengatakan bahwa keluarga pemilik rumah sedang sangat berduka.

Jika Anda punya usaha atau jasa yang ingin di infokan dan ingin diliput secara GRATIS di BatamPop, silahkan Hubungi :

Admin : 0812 6156 3330

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%