Magnum Pasarkan Motor Listrik di Batam

0
398

PT Magnum Molis Indonesia mulai memproduksi dan memasarkan motor listrik di Batam. Selain dibanderol dengan harga yang murah, motor listrik Magnum diklaim sangat hemat biaya.

Pemilik Magnum, Cahya, mengungkapkan bahwa motor listrik merupakan jawaban bagi masyarakat Batam yang mendambakan transportasi murah dan efisien.

Magnum merupakan pabrikan motor listrik asal Tiongkok. Di negeri Tirai Bambu sendiri, motor ini telah diproduksi sebanyak 500 juta unit. Sehingga produk Magnum sudah menjadi pemandangan umum di jalanan Tiongkok. “Cobalah ke Shanghai, Guangzhou dan kota lainnya. Sudah jarang ditemukan motor yang masih pakai bensin,” ungkapnya.

Cahya mengklaim motor listrik Magnum memiliki banyak kelebihan. Pertama, karena tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), maka biaya lebih hemat dan juga hemat energi. Dia menghitung, biaya BBM untuk motor konvensional rata-rata Rp 600 ribu per bulan. Sedangkan motor listrik hanya memerlukan biaya Rp 40 ribu per bulan untuk biaya listrik.

Biaya Rp 40 ribu itu estimasi jika motor listrik tersebut dicas setiap hari. Padahal jika penggunaan motor hanya di dalam kota, sekali cas baterainya bisa bertahan hingga empat hari.

Selain itu, karena tidak menggunakan BBM, motor listrik Magnum ini tidak mengeluarkan suara dan tidak perlu ganti suku cadang seperti busi, karburator, dan lainnya. Masing-masing roda tidak digerakkan rantai lagi melainkan aki bertenaga listrik sebagai dinamo.

Untuk saat ini, komponen produksi sepeda motor listrik ini masih terdiri dari 60 persen komponen impor dan sisanya komponen lokal. “Untuk yang lokal itu adalah ban dan aki. Ban Swallow dari Medan dan aki dari Surabaya. Tapi kami akan berupaya supaya bisa alih teknologi sehingga ke depannya komponen motor bisa diproduksi pabrikan lokal,” terangnya.

Saat ini, perakitan motor ini ada di pabriknya yang berlokasi di Century Park, Batamcentre. Sedikitnya ada 10 karyawan yang dipekerjakan. “Tapi jika banyak yang pesan, pasti akan tambah lagi,” imbuhnya.

Marketing Magnum, Ella, menjelaskan motor ini selain hemat energi juga memiliki desain masa kini. Batas ketahanan energi bisa dilihat dari indikator yang mirip seperti indikator baterai smartphone di speedometer. Desainnya berbeda di setiap varian motor. Bahkan untuk beberapa varian dilengkapi alat multimedia seperti pemutar musik. Bahkan klaksonnya sudah berbunyi “telolet”.

“Untuk ketahanan energi bisa tahan hingga 80 kilometer dengan kecepatan maksimal 60 kilometer/mph dan transmisi manual sebanyak 3 kecepatan. Pengecasan hingga penuh makan waktu 6 jam untuk sumber energi berupa aki dengan kapasitas 60 V 20 AH,” jelasnya.

Ella menyatakan pihak Magnum berani menggaransi motor ini hingga dua tahun. Ia juga menjelaskan untuk harganya memang sangat terjangkau. Dengan uang muka hanya Rp 500 ribu konsumen sudah bisa membawa pulang sepeda motor tersebut.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%