Mulai Membaiknya Ekonomi Kepri

0
63

Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan Kepri memprediksi, ekonomi Kepri pada triwulan IV tahun ini akan tumbuh di kisaran 2,26 hingga 2,4 persen. Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV 2017 tergolong rendah dan melambat. Sebab tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,03 persen.

Gusti mengatakan, dengan hanya tumbuh sekitar 2,2 sampai 2,4 persen, pertumbuhan ekonomi Kepri masih yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di wilayah Sumatera. Meski begitu, Gusti menyebut pencapaian tersebut merupakan hal yang positif. Sebab, meski rendah, ekonomi Kepri mulai bangkit. Terutama jika dibandingkan dengan triwulan II tahun ini yang hanya menyentuh angak 1,6 persen.

Menurut Gusti, pertumbuhan ekonomi Kepri banyak ditopang industri pengolahan, perbaikan tingkat konsumsi pemerintah dan rumah tangga, serta tingkat permintaan ekspor luar negeri yang tetap menguat.

Seperti diketahui, perekonomian Provinsi Kepri tumbuh lebih baik pada triwulan III sebesar 2,41 persen (yoy) dibanding triwulan kedua sebesar 1,04 persen (yoy). Pada triwulan keempat, indikasi perbaikan meningkat seiring membaiknya harga komoditas seperti migas, batubara, dan crude palm oil (CPO), akan menodorong peningkatan kebutuhan kapal.

Sedangkan dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV dipengaruhi oleh perbaikan kinerja investasi dan konsumsi rumah tangga. Investasi meningkat 9.03 persen, khususnya untuk investasi bangunan baru, baik oleh pemerintah dan swasta. Selain itu ada investasi non bangunan, seperti pembelian mesin dan peralatan industri yang mengalami kontraksi. Demikian net ekspor yang masih mencatatkan kontraksi, terutama bersumber pada penurunan ekspor antar Provinsi.

Sementara itu konsumsi rumah tangga tumbuh menguat sebesar 7.20 persen (yoy) ditopang peningkatan jumlah kunjungan Wisman dan penurunan tingkat pengangguran sejak Agustus 2017. “Sedangkan dari sektor lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi bersumber dari perbaikan kinerja sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan,” beber Gusti.

Sementara tekanan inflasi Kepri pada triwulan III 2017 melemah. Hal itu dipengaruhi dengan telah berlalunya perayaan hari besar keagamaan. Inflasi triwulan III sebesar 3.78 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 4.73 persen (yoy).

Di tengah pertumbuhan ekonomi saat ini, kinerja perbankan Kepri diakui tetap kuat. Hal ini tercermin dari kredit yang tumbuh 5.43 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4.13 persen (yoy). Penguatan kredit khususnya pada kredit investasi, modal kerja dan konsumsi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh melemah 6.87 persen (yoy) dibanding sebelumnya sebesar 7,60 persen (yoy).(sumber:batampos)

 

Jika Anda punya usaha atau jasa yang ingin di infokan dan ingin diliput secara GRATIS di BatamPop, silahkan Hubungi :

Admin : 0812 6156 3330


 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%