Nasehat Seorang Ayah Untuk Putrinya yang tercinta.

0
123

Putriku…
Hari ini engkau pindah ke pangkuan dua tangan lelaki yang asing bagimu…
Malam ini engkau berada di bawah sebuah atap yang asing di rumah seorang lelaki yang belum kau kenal.

Malam ini Ayah berdiri di samping tempat tidurmu yang bersih, tapi Ayah tidak lagi mendapati lambaian rambut hitammu yang darinya tercium wangi kesucian dari atas bantal putihmu.

Saat ini air mata Ayah telah deras mengalir untuk pertama kalinya dalam hidup Ayah. Hari ini wajah Putri Ayah telah menghilang dari pandangan Ayah, untuk tinggal di rumah seorang lelaki asing yang Ayah tidak mengetahui kebaikan dan keburukannya. Ayah hanya mampu berdo’a agar Allah mengabulkan harapan Ayah agar suamimu menjadi lelaki yang baik untuk Putri Ayah.

Hari ini, hati dan perasaan Ayah teringat keluarga Ibumu saat mereka menyerahkan Putrinya kepada Ayah sedangkan mereka semua menangis. Dahulu Ayah mengira itu tangisan bahagia atau tangisan biasa saat mengiring pengantin. Ayah tidak tahu apa yang membuat mereka menangis kecuali pada hari ini baru Ayah mengerti sebagaimana Ayah sekarang menangis.

Dan apa yang menyiksa hati Ayah pada saat ini adalah sama dengan apa yang menyiksa mereka saat itu. Juga apa yang mendera batin Ayah saat menyerahkan Putri Ayah kepada seorang lelaki asing maka itu pula yang pernah mendera batin mereka saat itu. Dan sejujurnya wahai Putriku, andaikan saat menikahi Ibumu, Ayah memiliki perasaan sebagaimana perasaan Ayahnya, niscaya Ayah akan habiskan usia Ayah demi membahagiakan Ibumu sebagaimana Ayah senang bila suamimu juga akan menghabiskan usianya demi membahagiakanmu.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%