Pedang Sekitar Danau Toba Selalu Menipu dan Tidak Sopan

0
119

Kepedulian Keuskupan Agung Medan untuk mengembangkan kawasan pariwisata Danau Toba, mengajak Badan Otorita Danau Toba dan Kementrian Pariwisata untuk duduk bersama.

Untuk itu digelar diskusi bertajuk “Penajaman Program Gereja Keuskupan Agung Medan di Kawasan Danau Toba dalam Meningkatkan Kepariwisatsan” di Aula Caritas PSE, Jl. Sei Asahan, Medan.

Ketua Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Medan, Pastor Markus menjelaskan sulit majunya pariwisata di Danau Toba adalah karena pelaku usaha di sekitar kurang ramah dalam menghadapi setiap wisatawan.

“Kita punya program yang cocok untuk antisipasi ini, mungkin bapak dari BODT dan Kementerian bisa sama-sama kita Laksanakan yaitu Program 4S, Senyum, Sopan, Sapa, Sayang.”

Markus bahkan memperjelas mental para pelaku usaha yang sering menipu harga bagi penjual atau kesan marah-marah tukang parkir atau supir angkutan umum.

“Penanaman attitude ini, untuk setiap pelaku usaha pariswisata baik tukang parkir, jangan dibalbalin mobil baik itu guide juga,” jelasnya. Selain kurang sopan, masalah yang ada pada masyarakat setempat adalah kurang bersih. Pastor menjelaskan ia sering menemukan di mana masih banyak babi-babi yang berkeliaran di beberapa daerah.

Bahkan pernah ada sapi yang mandi bersama para wisatawan di danau. “Kami sarankan adanya pembuatan peraturan desa (Perdes), kita lihat banyak babi masih berjalan disana-sini,” cetusnya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%