Pelaku Penipuan Dengan Modus Bersistem Tabungan Berbunga Di Media Sosial

0
5748

Penipuan di media sosial memang sudah banyak yang terjadi, dalam bidang apapun mereka lakukan untuk menipu masyarakat dan mendapatkan keuntungan tersendiri bagi mereka .

DS pelaku penipuan dengan modus bersistem tabungan berbunga di salah satu media sosial(Medsos) Line di Batam.

Ironisnya, terdakwa mengatakan bahwa uang akan ditabung dan diputar untuk usaha trading, properti, saham dan lain-lainnya dengan bunga yang ditawarkan terdakwa sangat besar dan terdakwa mengatakan bahwa tabungan ini sudah berlangsung selama 1 tahun.

Hal ini terungkap dipersidangan ruang Chandra PN Batam yang dipimpin majlis hakim ketua Chandra didampingi dua hakim anggota, sedangkan JPU HYP didakwa Penggelapan.

DS dipersidangan menyatakan terhadik hakim dan jaksa menyesal atas perbuatannya telah melakukan penipuan dan meminta keringanan hukuman terhadap jaksa penuntut umum(JPU).

Kasus penipuan yang dilakukan DS terjadi pada bulan 07 April 2017 memosting dimedsos Line dan terdakwa tinggal Perumahan Griya Mas Blok B Nomor 15 Sei Panas Kota Batam.

Saksi korban JM melihat postingan terdakwa DS di social media LINE yang menawarkan adanya tawaran tabungan berbunga kemudian korban berkomunikasi melalui LINE berkaitan system tabungan yang dimaksud oleh terdakwa.

Lalu terdakwa mengatakan bahwa uang akan ditabung dan diputar untuk usaha trading, properti, saham dan lain-lainnya dengan bunga yang ditawarkan terdakwa sangat besar dan terdakwa mengatakan bahwa tabungan ini sudah berlangsung selama 1 tahun.

Akhirnya membuat korban tergiur untuk ikut menabung lalu pada tanggal 07 April 2017 sampai dengan jangka jatuh tempo tanggal 12 Mei 2017 dengan mentransfer uang sebesar Rp20 juta. kepada terdakwa melalui rekening Bank BCA.

Jangka waktu menabung selama 35 hari dengan bunga paling sedikit 10 hari dengan bunga 5%, 1 bulan dengan bunga 20% dan 35 hari dengan bunga 25% dan berdasarkan hal tersebut apabila korban menabung sebesar Rp20 juta dalam waktu 35 hari akan mendapat bunga 28% dan keuntungan korban sebesar Rp5,6 juta dan uang yang ditabung korban akan dikembalikan secara utuh.

Namun pada tanggal 09 April 2017 terdakwa menjelaskan bahwa terdakwa sudah bangkrut dan terdakwa tidak mampu mengembalikan uang korban dan akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Sidang terdakwa DS diagendakan majlis hakim dua pekan kedepan untuk mendegarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Leave your vote

-20 points
Upvote Downvote

Total votes: 160

Upvotes: 70

Upvotes percentage: 43.750000%

Downvotes: 90

Downvotes percentage: 56.250000%

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here