Peluncuran Spesifikasi Kapal Baru Basarnas Buatan Batam.

0
159

Palindo Marine Batam kembali berhasil mengerjakan kapal terbaru berkelas dunia. saat ini giliran dua kapal pesanan Badan SAR Nasional (Basarnas) yang selesai pembuatannya dan telah launching. PT Palindo Marine, Sei Binti Sagulung, Batam, meluncurkan tiga unit kapal yang dipesan Basarnas.Ketiga  kapal tersebut akan ditempatkan di Padang, Ambon, dan Manokowari.

 

Dua kapal yang diberi nama KN SAR Baladewa dan KN SAR Pandudewanata itu resmi dilucurkan di galangan PT Palindo Marine Batam di Sagulung, Batam, oleh Kepala Basarnas, Marsdya TNI Bambang Soelistyo. Kedua kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah Sorong dan Ternate.

Presiden Direktur PT Palindo Marine, Harmanto, melalui Direktur PT Palindo Marine, Charles Wirawan, menjelaskan kedua kapal tersebut memiliki spesifikasi dan teknologi yang sangat modern. Kapal berbahan aluminium tersebut memiliki panjang panjang 40 meter, lebar 7,6 meter dengan kecepatan mencapai 30 knot.“Mesinnya ada tiga yakni mesin MAN dari Jerman,” ujar Charles. Tidak itu saja, perlengkapan navigasi dan sistem komunikasi merupakan peralatan terbaru dan modern yang dilengkapi dengan proteksi bahaya kebakaran dalam kapal.“Kapal-kapal ini juga dilengkapi mesin bantu dan bisa menampung 23 kru kapal di dalamnya,” terangnya.

Mewakili perusahaan, Charles menyampaikan rasa terimakasihnya atas atas kepercayaan yang diberikan Basarnas mengerjakan kapal tersebut. Selama ini PT Palindo Marine memang sudah menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan kapal negara. Kepercayaan pemerintah itu, kata Charles, tidak terlepas dari mutu dan hasil kerja yang ditunjukan oleh PT Palindo Marine.“Kami selalu mengedepankan mutu dengan sistem kerja yang disiplin dan terwasi. Sehingga kapal-kapal hasil buatan kami selalu memuaskan. Ke depannya kami berharap agar kepercayaan serupa terus berlanjut,” ujar Charles.

Sementara Kepala Basarnas, Marsdya TNI Bambang Soelistyo, mengatakan pengadaan dua kapal yang menelan anggaran sekitar Rp 50 miliar per unit itu, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan alat utama Basarnas agar kinerja Basarnas dalam menanggapi bencana dan ancamannya semakin maksimal nantinya.“Kita tahu bahwa pergerakan dan keberadaan alat tranportasi semakin padat saat ini. Peluang bencana bisa terjadi kapan saja. Basarnas yang diberikan tanggungjawab untuk  membantu dan mengatasi bencana tersebut sangat perlu perlengkapan penunjang seperti ini,” katanya, kemarin.

Saat ini Basarnas memang sudah memiliki sejumlah kapal yang ditempatkan di masing-masing kantor Basarnas wilayah se Indonesia. Namun keberadaan kapal penunjung itu belum maksimal.“Masih banyak yang dibutuhkan. Idealnya sekitar 100 unit tapi yang ada baru sekitar 67 unit yang ditempatkan di masing-masing wilayah Basarnas di Daerah,” ujar Bambang.

Untuk mencapai angka ideal tersebut, kata dia, tak bisa diadakan secara serentak karena memang anggaran yang dikucurkan pemerintah juga terbatas. Pengadaan akan dilakukan secara berkala sesuai alokasi anggaran yang ada.“Ada tiga langkah yang dilakukan oleh Basarnas untuk meningkatkan alat utama kapal ini. Satu di antaranya dengan pengadaan seperti ini yang dilakukan secara bertahap dan dua lainnya adalah modernisasi kapal-kapal yang sudah ada serta penggantian kapal-kapal yang sudah tak efektif lagi,” paparnya.

Bambang tidak menarget kapan jumlah kapal Basarnas bisa mencapai angka ideal itu, namun pemerintah diyakini Bambang sudah memperhitungkan kebutuhan instansinya itu.“Armada memang belum ideal, tapi yang lebih penting peran SDM-nya. Semangat dan totalitas kerja rekan-rekan Basarnas itu yang penting. Kekurangan ini akan diperhitungkan pemerintah,” ujarnya. Untuk itu Bambang berharap agar semua unsur instansi terkait, pemerintah daerah dan masyarakat sama-sama saling bahu membahu untuk menangangi ataupun menanggulangi bencana yang terjadi ataupun akan terjadi.

 

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%