Pengusaha Online, Dalam Waktu Dekat Diwajibkan Daftar Ke Kemendag

0
86

Perkembangan dunia usaha begitu pesat terjadi, ketika mengikuti kemajuan teknologi. E – commerce merupakan suatu sistem yang baru didalam dunia bisnis, yang menggeser sistem perdagangan tradisional menuju sistem perdagangan yang memanfaatkan teknologi ITC (Information and Communication Technology). Atau bahasa lainnya teknologi internet. Berbagai jenis bisnis melalui media interner atau bisnis online mampu menguasai bahkan menumbangkan bisnis raksasa yang masih berjalan secara konvensional.

Begitu menggeliatnya perkembangan perdagangan secara elektronik, menjadikan Pemerintah Indonesia mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan bisnis online. Hal ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemdag) akan mengharuskan kepada pengusaha perdagangan secara elektronik (e-commerce) untuk melakukan registrasi.

Sesuai regulasi pemerintah Indonesia, rancangan peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) masih dalam tahap kajian bersama, tentunya permen ini akan menata hubungan timbal balik antara pengusaha e-commerce dengan dunia usaha secara keseluruhan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemdag Tjahya Widayanti mengutarakan, RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) mengenai Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik sudah diserahkan kepada kantor Sekretariat Negara. Oleh karena itu ditargetkan aturan ini bisa terbit pada akhir tahun depan.

“Melalui peraturan ini, Kemdag akan mewajibkan pelaku usaha yang melakukan kegiatan transaksi perdagangan melalui sistem elektronik mendaftarkan kegiatan usahanya di Kemdag,” ujar Tjahya, Jumat (17/12/2017).

Adapun fase yang dilalui oleh pelaku usaha perdagangan dengan media elektronik setelah mendaftar adalah mereka bakal memperoleh kartu tanda identitas berupa nomor/angka yang mesti dipajang di platform bisnis online mereka.

Ini tentunya wajah baru bagi dunia bisnis online, dan mampu mengikuti regulasi yang ada sehingga semua info mengenai pengusaha online yang telah teregistrasi ini akan dihimpun oleh Kemdag untuk bisa diakses publik secara terpercaya.

Keterangan informasi ini akan sangat bermanfaat bagi pelanggan/pemakai terutama mampu mengetahui legalitas pelaku usaha e-commerce tersebut. Namun sebaliknya, para pengusaha bison (bisnis online) yang tidak berkeinginan memasukan usaha perdagangan elektroniknya makan akan menjadi Daftar Prioritas Pengawasan dari Kemdag.

“Konsumen juga akan merasa lebih aman untuk bertransaksi di platform yang yang telah terdaftar dengan pelaku usaha yang sudah terdaftar,” jelas Tjahya.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kemdag Budi Santoso melanjutkan keterangan bahwa, kini Kemdag masih membahas data-data apa saja yang dibutuhkan saat registrasi nanti.

Untuk memaksimalkan lahirnya regulasi ini, menurutnya pembahasan disertakan beberapa pelaku usaha alias pebisnis online yang menjual barangnya memanfaatkan teknologi internet.

Joshuha Bernard (27 tahun) yang telah lama merintis bisnis online dengan menjual spare park otomotif hingga peralatan elektronik rumah tangga di berbagai mediasi online menganggap hal ini tidak menjadi beban, asal prosedur yang ditawarkan relatif mudah.

“Kalo prosedurnya logis, yah nggak jadi soal sih”, ucapnya

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%