Perbedaan Dan Lebih Baik Mana Antara Premium dan Pertalite ?

0
144

Tepat pada 27 Juli lalu, PT Pertamina (Persero) resmi menjual Pertalite untuk pertama kalinya dengan harga Rp 8.400. Posisi Pertalite ini pun berada di tengah antara Premium dan Pertamax.

Pertamina telah resmi menjual bahan bakar minyak (BBM) terbaru berlabel Pertalite. Tapi mampukah bensin dengan kadar oktan RON 90 ini meruntuhkan hegemoni Premium?

Saat launch Pertalite di Jakarta, Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina mengatakan “Pertalite merupakan varian produk bahan bakar gasoline yang diformulasikan Pertamina untuk konsumen yang menghendaki bahan bakar dengan pembakaran yang lebih baik dan harga terjangkau,”

Terkait kehadiran Pertalite, Pertamina sudah dengan tegas menyatakan jika Pertalite bukanlah sebagai pengganti Premium.

Perbedaan Premium & Pertalite

Untuk membedakan k-3 jenis baan bakar ini kita bagi 3 kategori meliputi kandungan Otan, warna cairan, dan harga dari ke-3 bahan bakar tersebut;

  1. Warna cairan

Bahan bakar jenis Premium memiliki warna kuning cerah, yang berasal dari zat pewarna tambahan (dye). Kini, Pertamina meluncurkan Pertalite, yang berwarna hijau terang sebagai dampak pencampuran bahan Premium dengan Pertamax.

  1. Nilai oktan

Bilangan oktan atau research octane number (RON) adalah angka yang menunjukkan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin. Semakin tinggi kadar oktan sebuah jenis BBM, efeknya terhadap performa mesin semakin baik. Dengan BBM beroktan tinggi, residu atau kotoran sisa pembakaran pada mesin bisa diminimalkan. Karena harganya paling murah, Premium memiliki RON 88, sedangkan, Pertalite, selaku “produk penengah” antara Premium dan Pertamax, memiliki RON 90.

  1. Harga 

Kalau soal harga ini tiap derah berbeda beda, setelah subsidi BBM dicabut, harga Premium kini mencapai Rp 7.300 per liter. Sedangkan direksi Pertamina menyebut Pertalite akan dijual Rp 8.300-8.500 per liter.

Karakteristik Premium & Petalite

  1. Premium

Bahan Bakar Minyak jenis Premium atau biasa disebut bensin merupakan BBM jenis distilat yang memiliki warna kekuningan yang jernih. Premium mengandung RON 88, yang merupakan kadar paling rendah di antara BBM kendaraan bermotor yang dipasarkan SPBU Pertamina di Indonesia.

Teknologi Premium
Penggunaan premium dalam mesin berkompresi tinggi akan menyebabkan knocking. Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi pemborosan atau inefisiensi. Kandungan RON dalam premium adalah RON 88.

Segi Ekonomis Premium
Knocking berkepanjangan mengakibatkan kerusakan pada piston sehingga komponen tersebut lebih cepat diganti, Dibanderol dengan harga paling murah (di Subsidi oleh Pemerrintah)

Polusi Yang Dihasilkan Premium
Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah besar. (Gas ini dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi udara)

Pembuatan Premium
Produksi premium lebih banyak komponen lokal, dalam pembuatannya menggunakan tambahan pewarna (dye). Memiliki kandungan sulfur maksimal 0,15 persen m/m atau setara dengan 1500 ppm.

Pertalite

Bahan Bakar Minyak jenis pertalite merupakan bahan bakar baru yang diluncurkan Pertamina di akhir Juli 2015 untuk memenuhi Surat Keputusan Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 313 Tahun 2013 tentang Spesifikasi BBM RON 90. Pertalite berwarna hijau terang, dari sisi teknologi, sebenarnya kendaraan roda empat di Indonesia rata-rata bisa mengonsumsi BBM RON 90-92.

Teknologi Pertalite
Pembakaran Lebih sempurna ketimbang premium karena memiliki RON 90.

Segi Ekonomis Pertalite

Dengan harga lebih murah dari pertamax dan Lebih mahal dari Premium namum Lebih bagus pada mesin (dibanding Premium), BBM jenis Pertalite tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya mengikuti harga internasional.

Polusi yang dihasilkan Pertalite
Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah sedikit. (Gas ini dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi udara)

Pembuatan Pertalite
Memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500 ppm.

Pertalite, memiliki level research octane number (RON) 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.

 

Sudah coba ayam panggang kenichi ? RM baru berkonsep digital cafe di Batam ? ( bersponsor )

Nih, biar gak ketinggalan info “Ayam Panggang Ken-i-chi”, kamu bisa LIKE fanpagenya untuk selalu dapat Promo Terupdatenya :

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%