Perempuan Berhijab Pertama yang Menjadi Nakhoda Di Kapal Tangker Di Indonesia

0
675

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan Nakhoda kapal profesi ini adalah seorang pria. Apalagi di kapal-kapal besar pengangkut kontainer dengan panjang ratusan meter. Agustin Nurul Fitriyah namanya, perempuan berseragam dan kepala tertutup jilbab berdiri di depan salah pintu kapal MT Merbau, mengucapkan selamat datang dengan senyum lebar, dan menyalami rombongan yang baru sampai di atas kapal tanker Pertamina .

Agustin Nurul Fitriyah di Jember, tepat pada 17 Agustus 1980, pada awalnya Agustin tidak diberi izin oleh orang tuanya untuk menjadi pelaut. Pasalnya, pelaut identik dengan dunia laki-laki. Menjadi pelaut artinya berlayar berbulan-bulan bersama sekumpulan laki-laki. Tentu tidak berlebihan kekhawatiran orang tua Agustin.

Namun, tekad Agustin terlalu kuat untuk dipatahkan. Setelah berhasil lulus tes masuk Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang pada 1999, apalagi Agustin menuturkan cita-cita menghajikan kedua orang tuanya, orang tuanya pun memberikan restu.

Agustin menjalani pendidikan pelayaran selama empat tahun dan meniti karier sebagai perwira kapal. Pada 2007, ia bergabung dengan Pertamina. Pada waktu itu, atmosfer dalam sistem perusahaan tidak memungkinkan bagi perempuan untuk menjadi mualim 1—jabatan di atas kapal sebagai perwira di bawah kapten—apalagi nakhoda. Namun, sejak Karen Agustiawan menjadi direktur utama Pertamina, perempuan perwira kapal mulai dipertimbangkan untuk menjadi mualim 1, bahkan nakhoda. Kemudian, jabatan mualim 1 pun dipegang Agustin.

Dalam suatu kesempatan di Singapura, Agustin bertemu dengan Karen Agustiawan—ketika itu beliau masih menjadi direktur utama Pertamina—yang sedang dalam kunjungan kerja di sana. Saat itu Sang Direktur Utama menanyakan jabatan Agustin di kapal lalu menyemangati Agustin untuk menjadi kapten kapal. Ketika kemudian Pertamina kekurangan mualim 1 dan nakhoda, Agustin ditantang kaptennya untuk menjadi nakhoda. Merasa yakin bisa jadi nakhoda, Agustin pun meladeninya. Serangkaian tes dijalaninya. Sebagai perempuan satu-satunya calon nakhoda, Agustin bersaing dengan banyak laki-laki, termasuk senior-seniornya di kapal. Ternyata ia berhasil lolos dan terhitung menjadi nakhoda mulai 2013.

Agustin sekarang ini dipercaya menakhodai kapal MT Merbau 3.500 ton DWT—total bobot yang dapat ditampung kapal untuk membuat kapal terbenam sampai batas yang diijinkan—dengan muatan 4.000 kilo liter. Ketika sedang sandar hari itu, kapal baru saja kembali dari Pontianak. Kapal tanker tersebut mengangkut BBM ke seluruh wilayah Indonesia.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%