Pertalite Batam, Kepri dan Riau termahal se-Indonesia??

0
111
Pertalite adalah merupakan Bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yang diproduksi Pertamina, Jika dibandingkan dengan premium Pertalite memiliki kualitas bahan bakar lebih sebab memiliki kadar Research Oktan Number (RON) 90, di atas Premium, yang hanya RON 88. Berdasarkan uji tes antara  Pertalite dan premium maka dapat dikatakan bahwa penggunaan bahan bakar Pertalite akan membuat kendaraan dalam pemakaian BBM lebih irit. sebab, lebih iritnya Pertalite disebabkan karena Pertalite memiliki RON yang lebih tinggi.

Menururt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, , Pertalite merupakan produk yang lebih bersih dan ramah terhadap lingkungan. kualitas dari Pertalite yang lebih bagus. serta diproduksi untuk cocok dengan segala jenis kendaraan.

Keunggulan Pertalite adalah membuat tarikan mesin kendaraan menjadi lebih ringan. Zat adiktif yang diberikan pada BBM Pertalite lah yang membuat kualitasnya ada di atas Premium dan bersaing dengan Pertamax.

Pertalite, berwarna hijau terang sebagai dampak pencampuran bahan Premium dengan Pertamax
Inilah Beberapa keunggulan pertalite versi Pertamina adalah:

  1. Lebih bersih ketimbang premium karena memiliki RON di atas 88.
  2. Dibanderol dengan harga lebih murah dari pertamax.
  3. Memiliki warna hijau dengan penampilan visual jernih dan terang.
  4. Tidak ada kandungan timbal serta memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500 ppm.
  5. Pertalite 100 persen merupakan hasil impor.

Namun tahu kah kamu, berbeda dengan daerah lain di Indonesia yang harga jual  Pertalite-nya rata-rata Rp 7.500 dan Rp 7.700 perliter. Harga pertalite di Batam justru lebih mahal yakni Rp 7.900 perliter (data di website resmi pertamina), harga ini sama dengan harga pertalite secara umum yang diterapkan di Provinsi Kepri dan di Provinsi Riau.

Area Manager Communication & Relations Sumbagut, Fitri Erika mengatakan perbedaan harga tersebut sangat berkaitan dengan penerapan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Menurutnya, pertamina dalam menjalankan tugasnya patuh terhadap aturan baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun aturan di daerah.

“Harga pertalite dan pertamax sangat berpengaruh terhadap komponen PBBKB,” kata Fitri.

Dia memaparkan, berdasarkan peraturan presiden nomor 191 tahun 2014, PBBKB untuk jenis bahan bakar seperti premium maupun solar dikenakan 5 persen.

Sementara bahan bakar non subsidi seperti pertalite dan pertamax mengacu pada PBBKB yang ditetapkan daerah dan tertuang dalam peraturan daerah.

“Perda Kepri nomor 8 tahun 2012 menetapkan PBBKB 10 persen. Begitu juga di Riau 10 persen, dalam perda nomor 4 tahun 2015,” terangnya.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan daerah lain yang menetapkan PBBKB lebih rendah dari dua daerah tersebut. Maka bukan hal yang tak mungkin harga pertalitenya pun lebih murah.“Berbeda dengan wilayah Sumatera Utara atau Sumatera Barat yang menerapkan PBBKB 5 persen,”
Bagaimana pendapat kamu tentang perbedaan harga jual bahan bakar pertalite dengan yang lain?
silakan beri pendapat kamu di kolom komentar ya. Jangan lupa share ke teman kamu juga.
Yuk, LIKE dan FOLLOW terus Batam Pop untuk dapat update artikel di fanpage :

Baca juga : Cara berbisnis online dari Android.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%