Pesawat Camar Air Terbakar Dalam Simulasi di Bandara Husein.

0
57

Awalnya kegiatan Bandara Husein Sastranegara berjalan normal. Sejumlah penumpang yang hendak berangkat dari Bandung menuju Semarang menggunakan Camar Air dengan nomor penerbangan 1345BO mulai melakukan boarding. Tidak lama kemudian mengakibatkan terbakarnya pesawat Camar Air dengan nomor penerbangan terjadi di Landasan Udara Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (16/11). Kejadian ini menimbulkan dua penumpang meninggal dan lainnya mengalami luka-luka.

Namun terjadi keributan dua orang penumpang dengan sopir bus bandara. Kedua orang itu tidak terima karena tidak diperbolehkan menaiki bus untuk menuju pesawat. Pasalnya bus tersebut diprioritaskan untuk orang yang sedang sakit, ibu hamil dan para lansia. Karena panik, kedua orang penumpang tersebut mengambil kendaraan bus passenger priority dan melaju kencang ke arah runway melalui taxiway delta. Kemudian kendaraan itu menghantam bagian wing pesawat dan menimbulkan kebakaran.

Melihat kejadian tersebut, para petugas bandara secara sigap melakukan evakuasi penumpang yang sudah berada di pesawat. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Unit Rescue and Fire Fighting Service langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mengevakuasi para penumpang ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian tersebut mengakibatkan dua orang meninggal, 6 orang luka berat, 30 luka ringan dan 64 orang lainnya selamat dan tidak mengalami luka. Semua kejadian menegangkan tersebut merupakan bagian dari kegiatan simulasi keadaan darurat yang digelar PT Angkasa Pura II, di Landasan Udara,Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (16/11/2017). Simulasi dibuat seolah benar-benar terjadi.

Director Enginering and Operation PT Angkasa Pura II Djoko Muratmodko mengungkapkan, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk melatih kecakapan petugas bandara saat terjadi keadaan darurat.
“Kegiatan ini untuk menguji standar operasional prosedur (SOP). Kalau terjadi keadaan darurat SOP nya sudah benar atau perlu direvisi. Kemudian personel di bandara udara ini tanggap dan dengan cepat menanggulangi masalah keadaan darurat di bandara,” kata Dojoko, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dia mengungkapkan, kegiatan simulasi penanganan darurat ini dilakukan sebanyak dua tahun sekali. Namun setiap bulannya pihaknya juga selalu melakukan evaluasi untuk melihat kecakapan petugas bandara dalam menangani kondisi darurat. “Dua tahun satu kali kita adakan latihan lengkap. Tapi kita juga ada evaluasi dalam forum Komite Keselamatan Bandar Udara,” ujar Djoko. Hadir juga dalam acara simulasi tersebut Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb M. Iman Handojo. Iman mengungkapkan pihaknya siap membantu AP II untuk mengatasi situasi-situasi darurat di kawasan bandara.

Jika Anda punya usaha atau jasa yang ingin di infokan dan ingin diliput secara GRATIS di BatamPop, silahkan Hubungi :

Admin : 0812 6156 3330

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%