Rumah Jew Tempat Berkumpulnya Laki-laki Lajang yang Belum Menikah

0
397

Di Indonesia Suka Asmat yang masih bertahan dengan kehidupan tradisionalnya, Rumah yang mereka tempati pun memiliki fungsi yang tidak seperti rumah pada umumnya.

Rumah Jew yang menjadi salah satu dari rumah yang ada di Suku Asmat memiliki fungsi tidak hanya sekadar tempat berteduh dan beristirahat, tapi juga jadi rumah bagi berkumpulnya kaum laki-laki yang belum menikah.Selain itu, rumah Jew juga kerap digunakan untuk berkumpul para pemuka adat dan pimpinan desa Suku Asmat.

Rumah Jew merupakan rumah yang kokoh dengan bentuk memanjang dan memiliki pintu masuk lebih dari satu. Pondasi dan bahan utama pembuatan rumah Jew berupa kayu besi, sehingga membuat tampilan rumah Jew begitu kokoh dan megah.

Tidak hanya terbuat dari kayu besi, rumah Jew juga terbuat dari bahan-bahan alami lainnya, seperti daun nipah dan daun sagu sebagai atapnya. Pemilihan bahan-bahan bangunan yang alami tersebut ternyata dipengaruhi oleh keyakinan suku Asmat yang percaya leluhur mereka dan alam telah bersinergi, menyediakan kebutuhan dalam membangun rumah Jew.


Uniknya lagi, rumah yang panjangnya berkisar dari 10 hingga 20 meter ini trnyata tidak menggunakan paku besi. Suku Asmat benar-benar memilih bahan-bahan yang alami, bahkan untuk menggantikan fungsi paku besi pun mereka menggunakan tali rotan.

Biarpun menggunakan bahan bangunan yang 100 persen dari alam, tapi kekuatan dan kekokohan bangunan rumah Jew tidak boleh diragukan. Rumah Jew atau rumah bujang tersebut juga dianggap suci oleh suku Asmat. Pasalnya, dalam proses pembangunan rumah Jew masih diatur dalam aturan tradisi yang harus ditaati.

Selain itu, benda-benda keramat pun tersimpan di dalam rumah Jew. Benda-benda seperti tombak, panah atau noken, hingga tas anyaman disimpan dalam rumah Jew.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%