Sektor Parkir Batam ditaksir mencapai Rp 303 miliar per tahun.Wow!

0
79
Tukang parkir di BCS Mall, Lubukbaja sedang mengatur parkir mobil dan memungut retribusi uang parkir, Senin (17/10). Pemko Batam melalui Dishub Kota Batam akan menaikkan uang restribusinya. F.Dalil Harahap/Batam Pos

Sektor parkir ditaksir mencapai Rp 303 miliar per tahun. Namun pemerintah hanya memasang target yang sangat rendah. Rata-rata Rp 6 miliar per tahun. Itu pun sering tidak tercapai.

Walaupun ekonomi di Batam terbilang sulit, namun jumlah kendara bermotor terus bertambah. Jika ditotal dengan data jumlah kendaraan dari tahun ke tahun hingga Agustus 2017, kendaraan roda dua di Batam tercatat di Ditlantas Polda Kepri mencapai 586.830. Sedangkan roda empat 128.829 unit.

Mengacu Perda Kota Batam Nomor 1/2012 tentang Parkir dan Retribusi, ditetapkan nilai Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat. Maka bisa dihitung berapa potensi pendapatan dari sektor parkir di kota ini.

Jika diasumsikan, satu sepeda motor parkir sekali dalam sehari, maka potensi pendapatannya Rp 1.000 x 586.830 = Rp 586,4 juta sehari. Jika dikali 30 hari dalam sebulan angkanya Rp 17,5 miliar. Setahun menjadi Rp 211,1 miliar.

Sementara potensi parkir dari roda empat juga bisa dihitung. Dengan asumsi satu mobil satu kali parkir dalam sehari, maka potensinya sebesar Rp 92,7 miliar dalam setahun (Rp 2.000 x 128.829 mobil = Rp 257,6 juta/hari, Rp 7,7 miliar per bulan, dan setahun Rp 92,7 miliar dalam setahun).

Jika digabungkan potensi retribusi parkir roda dua dan empat atau lebih dalam setahun mencapai Rp 303 miliar.

jika mengacu hasil survei potensi parkir yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Batam di 517 titik parkir di Batam, seharusnya Pemko Batam mendapatkan hasil minimal Rp 26 miliar per tahun. itu khusus parkir tepi jalan ya. Belum termasuk yang khusus.

Parkir khusus yang dimaksud antara lain mal, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan terpadu, dan lainnya yang berhak menarik sendiri biaya parkir pengunjung. Yang khusus ini tidak masuk kategori retribusi tapi pajak. Besarannya 20 persen.

Hal ini diakui Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Batam, Hendarsyah Yusuf Permana mencium aroma pelanggaran dalam pengelolaan retribusi parkir pinggir jalan yang melibatkan oknum PNS atau pejabat negara. Modusnya, meminta sejumlah uang atau setoran dari koordinator juru parkir yang jumlahnya lebih besar dari kewajiban menyetor karena sang oknum PNS atau pejabat ini tahu betul potensi besar parkir di setiap titik. “Itu bisa kena Tindak pidana penipuan dan pemerasan,

“Masyarakat luas perlu tahu mengenai keadan saat ini. Masalah keuangan dan kinerja perlu diketahui masyarakat luas,” Kata Werton Panggabean.

Akibatnya, potensi besar PAD dari parkir menjadi menguap. Padahal, pendapatan dari parkir bisa menjadi andalan pemasukan sepanjang masa.

Ironisnya, Dishub Batam mengaku tak mengetahui siapa-siapa saja pengelola kawasan itu, sehingga potensi parkir di ratusan titik menguap begitu saja. sumber:batampos

Berminat Investasi :

Contact WA : 081266091715

>> Investasi 10 – 25 Jutaan Sudah Bisa Buka Cabang Dengan Sistem Profit Sharing…Garansi Lock Profit 30% untuk 3 tahun pertama, dengan perjanjian Notaris + Proteksi Kerugian.

Dikirim oleh Batam Pop pada 17 Oktober 2017

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%