Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Temukan Cacing pita jenis Taeniasis sepanjang 2,86 meter dari dalam tubuh seorang warga

0
139

Penyakit cacing pita adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit taenia. Oleh karena itu, infeksi cacing pita disebut juga taeniasis. Gejalanya termasuk diare, sakit perut, nafsu makan menurun, berat badan turun drastis, sakit pada anus, kelelahan, hingga insomnia. Meski demikian pada banyak kasus, penderita taeniasis bisa tidak merasakan gejala apa pun.

Ada dua jenis utama parasit penyebab infeksi cacing pita: Taenia saginata yang berasal dari sapi dan Taenia solium yang berasal dari babi. Siklus hidup cacing pita T. saginata dan T. solium sangat mirip. Begini siklus hidup cacing pita.

Di Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau, Kabupaten Simalungun , Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Cacing pita jenis Taeniasis sepanjang 2,86 meter dari dalam tubuh seorang warga . Penemuan ini, disebut-sebut sebagai yang terpanjang di dunia, karena sebelumnya, cacing pita jenis serupa ditemukan hanya sepanjang 1,5 meter di Negara Bangladesh.

Dari pemeriksaan yang dilakukan tim, pada bulan September lalu, jelas Umar Zein, ternyata yang menjadi penyebab sakit di bagian perut warga itu ialah akibat tumbuh dan berkembangnya cacing pita di dalam usus hingga ke anus. Hal ini diketahui, setelah pasien diberi obat dan ditunggu selama 4 jam, lalu diambil fasesnya setelah BAB, untuk diperiksakan ke laboratorium.

Umar Zein menyebutkan, penyakit ini diketahui terjadi, dikarenakan kebiasaan warga setempat yang mengkonsumsi daging hewan babi tapi dalam kondisi tidak dimasak. Sehingga, embrio cacing pita yang terdapat pada daging tersebut, hidup dalam tubuh manusia yang mengkonsumsinya.”Karenanya, penyakit ini harus menjadi atensi dan perhatian bersama dari semua pihak,” jelasnya.

Bagaimana cara mencegah infeksi cacing pita?

Salah satu cara untuk mencegah infeksi cacing pita (taeniasis) adalah dengan memasak daging hingga matang sepenuhnya di suhu yang aman. Kalau memungkinkan, termometer makanan harus digunakan untuk mengukur suhu dalam daging yang dimasak. Jangan mencicipi daging sampai matang.

United States Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan sejumlah hal berikut sebagai cara mengolah daging yang benar:

  • Untuk potongan daging utuh (tidak termasuk daging unggas): Masak sampai setidaknya daging bersuhu 63°C yang diukur dengan termometer makanan yang ditusukkan di bagian daging yang paling tebal. Lalu diamkan dagingnya sebentar selama tiga menit sebelum dikonsumsi.
  • Untuk daging cincang (tidak termasuk daging unggas): Masak sampai setidaknya daging bersuhu 71°C. Daging cincang tidak memerlukan waktu istirahat sebelum dikonsumsi.

Selama tiga menit waktu istirahat setelah daging dikeluarkan dari sumber api, suhunya akan tetap konstan atau terus meningkat, yang bisa menghancurkan patogen berbahaya.

Pastikan juga untuk memerhatikan cara menyimpan daging yang benar. Taruh daging sapi di kulkas bersuhu 1°Celcius atau di freezer bersuhu -18°C segera setelah membelinya. Ini bertujuan untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisinya, dan memperpanjang umur simpan makanan. Jika disimpan dalam kulkas, daging sapi/babi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari. Sedangkan daging sapi masak dapat bertahan selama tiga hingga empat hari.

Cara lainnya adalah dengan selalu menjaga kebersihan pribadi, dengan selalu cuci tangan sebelum dan setelah makan serta setelah dan sebelum mengolah daging. Jauhkan daging yang dimasak terpisah dari daging mentah, makanan mentah, dan makanan beku pada umumnya.

 

Berminat Investasi :

Contact WA : 081266091715

>> Investasi 10 – 25 Jutaan Sudah Bisa Buka Cabang Dengan Sistem Profit Sharing…Garansi Lock Profit 30% untuk 3 tahun pertama, dengan perjanjian Notaris + Proteksi Kerugian.

Dikirim oleh Batam Pop pada 17 Oktober 2017

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%