UMK Karimun Mengalamin Kenaikan, Namun Kalangan Pengusaha Sebenarnya Keberatan

0
89

Dengan kabarnya Upah Minimim Kabupaten (UMK) Karimun mengalami kenaikan, sebenarnya membuat Kalangan pengusaha sebenarnya keberatan. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi yang masih berjalan lambat sejak setahun terakhir. Namun, pemerintah telah mengeluarkan aturan yang baku, maka pengusaha harus menaatinya.

“Kalau bicara kenaikan upah, memang kalangan pengusaha keberatan. Apalagi situasi ekonomi sekarang yang lagi sepi. Meski demikian, kami dari pengusaha tetap berusaha agar bisa bertahan dalam keadaan seperti ini. Bahkan masih tetap bisa membayar gaji kepada para pekerja. Terkait kenaikan UMK 2018, meski berat, tapi itu sudah amanat PP nomor 78 tahun 2015. Jadi kami ikuti saja,” ujar Ketua Apindo Kabupaten Karimun, Alex Ng kepada Batam Pos.

Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Kabupaten Karimun sudah menyetujui kenaikan UMK 2018 sebesar Rp 228 ribu. “Untuk 2018 UMK sebesar Rp 2,8 juta atau tepatnya Rp 2.845.766. Dilihat dari besarnya Upah Minimum Provinsi (UMP) sudah sesuai aturan. Karena angka yang disetujui itu sudah di atas UMP Kepri sebesar Rp 2,5 juta,” kata Sekretaris DPK Karimun, Poniman.

Di sisi lain, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Karimun, Fajar menyatakan menolak penetapan UMK 2018 yang telah selesai dibahas. “Kami jelas menolak dan tidak setuju dengan besarnya UMK tahun depan. Pada saat awal pembahasan dan berdasarkan fakta di lapangan harga-harga kebutuhan itu sudah naik. Yang kami usulkan itu sebesar Rp 650 ribu,” jelasnya.

Hanya saja, kata Fajar, usulan dari FSMI tidak disetujui berdasar pada data Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Karimun berkisar Rp 2,5 juta. Padahal, hasil survei yang dilakukan pihaknya, KHL sudah menyetuh angka Rp 3 juta. Karena itu, pada saat penetapan UMK 2018, pihaknya menyatakan menolak UMK 2018 dan memilih walkout.

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%