Dengan Kenaikan Tarif Listrik, Akan Mempengaruhi Kehidupan Warga Batam.

0
123

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau tercatat angka inflasi Kota Batam pada bulan Oktober 2017 sebesar 3,28 persen. Kenaikan Tarif dasar listrik (TDL) tercatat sebagai penyumbang terbesar angka inflasi Kota Batam, disamping kenaikan harga bahan makanan.

Inflasi adalah angka (dalam satuan persen) yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang atau jasa secara umum. Dampak tingginya angka inflasi ini adalah mahalnya harga kebutuhan, penurunan daya beli dan sebagainya. Kenaikan angka inflasi ini memperparah kondisi perekenomian warga Batam yang sedang dilanda banyak PHK dan perusahaan tutup.“Bulan Oktober angka inflasi kita cukup tinggi, sebesar 3,28 persen.

Hal ini mengakibatkan Batam berada posisi nomor dua dengan angka inflasi tertinggi se-Sumatera. Padahal pada bulan September 2017 lalu, Batam masih berada di posisi nomor lima.Menanggapi hal tersebut, Jefridin sudah rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Dan beberapa cara untuk menekan angka inflasi sudah dilakukan. Ia menyebutkan seperti kebijakan sembako murah, dan penetapan harga eceran tertinggi (HET).

Untuk bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,33 persen, lalu untuk perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbangkan inflasi sebesar 0,34 persen. Jika  dibandingkan pada bulan September, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar hanya menyumbangkan 0,01 persen untuk inflasi.

“Memang tidak dipungkiri kalau kenaikan TDL memang sangat signifikan,” kata jefridin.Namun, untuk kenaikan TDL, Jefridin mengatakan bukan menjadi kewenangan dari dari mereka.  “TDL bukan kewenangan kami, tapi tetap koordinasi dilakukan,” jelasnya. Kenaikan tarif listrik dijanjikan oleh PLN akan membuat pasokan listrik menjadi aman dan terjaga. Namun, hingga kini pemadaman bergilir tetap berlangsung.

 

Leave your vote

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%