‘Forest City’ Surga Impian Manusia, dibangun di Negara Malaysia.

0
281

Pengembang China Country Garden sedang membangun kota baru yang sangat besar di empat pulau Malaysia buatan manusia. ‘Surga impian bagi seluruh umat manusia’ menjadi jargon untuk kota yang tengah dibangun ini seperti tertulis pada salah satu iklan mengenai kota buatan tersebut.

Diberi nama Forest City, kota dengan nilai investasi mencapai US$ 100 miliar atau setara dengan Rp 1.330 triliun (kurs Rp 13.300) tersebut akan mampu menampung sekitar 700.000 penduduk. Jumlah tersebut sekitar 20.000 lebih banyak dari populasi Washington DC saat ini, dan akan menjadi kota yang lebih padat dibanding Manhattan, AS. Sebuah video baru yang diambil oleh kamera drone, menunjukkan tampilan progres konstruksi Forest City, yang dimulai pada awal 2016 lalu.

Dalam video tersebut tampak beberapa bangunan apartemen dan ruang taman telah tumbuh, dan beberapa gedung lainnya sedang dalam proses. Ketika Forest City selesai pada 2040 nanti, kota ini akan dipenuhi oleh gedung perkantoran, taman, hotel, restoran, toko, sekolah, dan 250.000 unit rumah.

Namun demikian, di saat pembangunan besar yang tengah berlangsung ini terdengar menjanjikan, beberapa ahli justru khawatir kota ini bakal menjadi ‘kota mati’ karena gagal menarik penghuni yang dibutuhkannya untuk menjadi kota metropolitan yang berkembang. Berbanding terbalik dengan jargon yang disematkan pada iklan tentang kota ini.

Asal tahu saja, sejak tahun 1970-an, pengembang-pengembang China telah membangun sedikitnya 500 ‘kota mati’ di China. Forest City pun kini menjadi proyek luar negeri terbesar oleh pengembang China. Di bulan April, 70% orang China yang membeli rumah di kota ini membatalkan akad beli rumah mereka di Forest City, menyusul laporan semakin meningkatnya upaya China untuk menahan dana keluar dari negara tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh Business Insider sebelumnya, pasokan perumahan di Forest City telah melampaui permintaan. Menurut Yu Runze, perancang strategi utama China Country Garden, pada tahun 2016, perusahaan hanya berhasil menjual 15.000 dari 250.000 unit hunian di Forest City, dengan total nilai jual mencapai US$ 2,6 miliar.

Well, di negara lain sudah sibuk memikirkan kesejahteraan masyarakatnya dengan teknologi canggih. Lah, Indonesia kapan bergeraknya ni ? hehe 🙂

 

Yuk, LIKE dan FOLLOW terus Batam Pop untuk dapat update artikel di fanpage :

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%