Gereja merah ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara

0
162
SONY DSC

Di Probolinggo, yang dikenal tidak hanya sungai pekalen. Salah satu destinasi yang bisa disinggahi yakni Gereja Merah. Disebut dan dikenal sebagai gereja merah, selain didominasi cat merah, gereja ini letak geografisnya dekat pantai. Sehingga untuk mencegah terjadinya kerusakan, Gereja Merah ini dilapisi cat meni (Cat anti karat).

Rupanya, merah bagi warga jemaat gereja tidaklah sekadar warna. Ada makna filosofis di dalamnya. Yakni simbol darah Yesus Kristus yang tertumpah untuk menyelamatkan dosa-dosa manusia.

Gereja dibangun pada masa kependudukan VOC di Indonesia, tahun 1862. Gereja yang juga jadi cagar budaya di Jalan Suroyo, Kecamatan Mayangan, ini sering dikunjungi wisatawan asing. Keberadaan gereja tertua ini menjadi daya tarik pengunjung yang ingin melihat lebih dekat gereja peninggalan Kolonial Belanda ini.

Mereka rata-rata penasaran akan kemegahan bangunan yang hampir 100 persen terbuat dari besi dan baja. Bahkan gereja ini hanya ada dua di dunia, di tempat aslinya Kota Den Haag Belanda dan Kota Probolinggo, Indonesia.

Saat hari besar keagamaan, seperti Natal dan Paskah, gereja ini selalu dipadati pengunjung dari mancanegara. Mulai dari Belanda, Inggris hingga Australia. Mereka bernostalgia dengan kisah-kisah yang diceritakan kakek buyut tentang keberadaan bangunan ini.

Menurut Liliana, wisatawan asal Australia, dia baru pertama kali melihat dari dekat Gereja Merah. Sebelumnya dirinya mengetahui hanya dari pemberitaan saja.

“Sangat kagum dan sangat cantik Gereja Merah ini, saya baru pertama kali mengunjungi Kota Probolinggo, untuk melihat Gereja Merah ini,” sebut Liliana, saat berkunjung ke Gereja Merah Probolinggo, Senin (17/4/2017).

Sementara menurut Pendeta Gereja Merah, Ripta Atalata dinamakan Gereja Merah, karena letak geografis Kota Probolinggo dekat pantai.

“Sejarah Gereja Merah pada tahun 1862 bangunan ini, sama pemerintah Hindia Belanda pesan di Germany, dari Hindia Belanda dinaikkan kapal ke Kota Probolinggo. Ini dari baja dengan sistem knock down atau sistem bongkar pasang, 15 ribu holden, gereja merah berbahan baja biar tidak kropos, dicat meni,” ungkap Pendeta Ripta, kepada waratawan.

Kini Gereja Merah itu seiring berkembangnya waktu, resmi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel. Dan gereja ini masih digunakan jemaat Kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan.

Nah, bagi teman2 yang ingin wisata rohani, ga perlu jauh2 ke Belanda, ternyata ada di negara kita tepatnya di kota Probolinggo, ajak teman2 dan keluarga untuk melihat keindahan gereja merah yang ada disana.

 

Sumber : detik.com

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%