Jangan Biarkan Tidur Mendengkur “Ngorok” Berlarut

0
87

Mendengkur atau biasa disebut dengan ngorok, tentunya sangat mengganggu. Tidur berdekatan dengan orang yang mendengkur pun membuat tidur nyenyak kita jadi terbangun. Hal utama yang mengganggu adalah suara dengkuran yang berisik.

Mendengkur dapat disebabkan oleh beberapa sebab, seperti alergi, kelebihan berat badan atau obesitas, faktor genetika, dan obat-obatan yang membuat otot rileks. Di samping itu, mendengkur juga bisa menjadi gejala dari sleep apnea, suatu kondisi di mana orang berhenti bernapas untuk jangka waktu yang singkat saat tidur.

Dalam studi 18 tahun, peneliti dari University of Wisconsin-Madison menemukan, bahwa orang-orang dengan sleep apnea parah yang tidak diobati memiliki tiga kali kemungkinan untuk meninggal dini ketimbang mereka yang tidak mengalaminya.

Bagi peserta yang mengalami 30 kali berhenti napas kala mendengkur per jam saat tertidur, risiko kematian akibat kardiovaskular meningkat lima kali dibandingkan dengan mereka yang tidak mendengkur.

Selain mendengkur, gejala tambahan sleep apnea ialah sering merasa kelelahan di siang hari walau jam tidur sudah terpenuhi, mudah terengah-engah atau tersedak saat Anda tidur, sakit kepala di pagi hari, dan sering buang air kecil di malam hari.

Melakukan beberapa cara untuk mengurangi mendengkur bukan sekedar memberikan kenyamanan pada pasangan agar tak terganggu, namun juga menurunkan risiko sleep apnea.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan ialah menggunakan bantal khusus untuk meredakan dengkuran, tidur menyamping, dan berolahraga untuk menguatkan sistem pernapasan.

Untuk dengkuran yang parah dan sering membuat napas terhenti, konsultasi dengan dokter sangat diperlukan. Terapi dan pengobatan tepat dapat membantu Anda mencapai kesehatan optimal jangka panjang.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%