Kurangnya Pendapatan Petani karna Jatuhnya Harga Karet.

0
50

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan ambruknya harga karet tahun ini salah satunya disebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan. Jatuhnya harga karet ada beberapa faktor, pertama harga minyak otomatis turun, dari USD100 per barel sekarang USD60 per barel,” ujar Kepala BPPT Unggul Priyanto di Kementerian Pedagangan.

Dia melanjutkan, jatuhnya harga karet dunia juga disebabkan pasokan karet mentah melimpah, sehingga menyebabkan kompetisi berkurang.  Terjadinya penurunan harga untuk komoditas getah karet (para) ditingkat petani hingga tahun ini berdampak buruk pada pendapatan petani.  Saat ini pemerintah tengah berupaya meningkatkan serapan karet di dalam negeri.

Terjadinya penurunan harga untuk komoditas getah karet (para) ditingkat petani hingga tahun ini berdampak buruk pada pendapatan petani. Banyak sekali petani karet lokal (non industri) mengeluh karena kondisi harga yang tidak semakin membaik dari tahun sepeninggalan presiden SBY.

Kebutuhan karet dunia, terutama industri dijepang dan china yang tidak mengalami peningkatan menjadikan stock karet saat ini dipasar internasional melimpah. Sebagai dampaknya, harga karet lokal di indonesia meningkat drastis yang tadinya hanya Rp. 5.000 sd Rp. 6.000 per kg meningkat hingga 100%.

Beberapa daerah seperti dikalbar harga karet naik drastis Rp. 11.000 an kala itu. Namun, saat ini sudah mulai terjadi penurunan lagi yang mana dari sebelumnya berangsur turun ke harga Rp. 5.000 s/d 7.000 per kg. Maka para petani mengeluh dengan kejadian turunnya harga karet tersebut.

 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%