Stres Memicu Terjadinya Stroke, Apa yang Terjadi ?

0
104

Mengapa seseorang bisa terkena serangan jantung ? Sebuah penyakit dapat muncul akibat banyak faktor. Penyakit dapat terjadi akibat faktor lingkungan atau sosial. Penyakit dapat terjadi juga akibat faktor genetik dan keturunan. Banyak macam faktor tersebut akan berinteraksi dengan kompleks. Faktor psikologis dapat sebagai pencetus munculnya gangguan fisik, misalnya gangguan tidur akibat kecemasan, nyeri otot tengkuk akibat stres atau diare dan nyeri ulu hati akibat ketakutan.

Seperti pasien stroke dengan depresi akan mempunyai status fungsional yang relatif lebih buruk dibanding tanpa stres, angka kematian penyakit jantung koroner dipengaruhi oleh ada tidaknya depresi. Faktor psikologis mempengaruhi berbagai organ tubuh melalui mekanisme yang kompleks antara faktor saraf, hormonal, dan imunologis. Stres kronik dapat mempengaruhi sistem saraf simpatis dan aktivasi sistem hormonal (aksis hypothalamus-hipofisis-adrenal).

Pacuan sistem hormon adrenal yang berlangsung lama dihubungkan dengan penekanan sistem imun (sistem kekebalan tubuh) karena hormon steroid. Hal ini menerangkan mengapa seseorang dengan stres kronik lebih mudah sakit. Pacuan sistem saraf simpatis menerangkan munculnya hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner akibat stress emosional.

Berikut yang terjadi pada Otak akibat Stroke :

  • Kerusakan Otak terjadi jika pasokan darah otak terhambat akibat ada nya sumbatan atau pendarahan dari salah satu arteri pemasok.
  • Setiap gangguan pasokan darah ke otak mengakibatkan sebagian sel saraf kehilangan oksigen dan zat gizi.
  • sel yang terkena ini tidak mampu berkomunikasi dengan bagian tubuh yang mereka layani, sehinga menyebabkan hilangnya fungsi sementara atau permanen
  • Pada sebagian besar penderita, gejala stroke berkembang dengan cepat dalam hitungan detik atau menit dan dapat berupa kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh, penglihatan , ganguan bicara dan kesulitan menjaga keseimbangan.

Pada beberapa kasus, gangguan psikosomatik dapat muncul reaksi konversi yang aneh dan tidak dapat dijelaskan oleh ilmu kedokteran. Buta mendadak, lumpuh mendadak, atau kesemutan yang sifatnya aneh umum dijumpai. Penderita psikomatik pada umumnya masih berusia muda, sebagian besar wanita dan didahului oleh stressor yang jelas. Pasien ini akan menjalani berbagai pemeriksaan dengan hasil yang normal. Penulis beberapa kali menjumpai kasus konversi, dan tindakan psikoterapi sangat membantu kesembuhan pasien.

Pada umumnya pasien dengan gangguan psikosomatik sangat meyakini bahwa sumber sakitnya benar-benar berasal dari organ-organ dalam tubuh.

 

Jangan Lupa Like dan Follow Fs Clinic

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%