Tak kunjung dapat rusun, warga gusuran bukit duri mengadu ke ahok

0
106

Siti Haroh, warga Bukit Duri, Jakarta Selatan mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena dipersulit mendapatkan rumah susun (rusun) Rawa Bebek. Padahal, Siti mengaku sudah mengontrak di Bukit Duri sejak tahun 2000.

Saat kawasan Bukit Duri digusur, Siti mengaku diminta pindah oleh pemilik kontrakan yang selama ini ditinggali. Karena itu Siti diminta dipindah ke rusun, namun permintaan tersebut kerap ditolak.

“Saya nggak pernah dikasih rusun Pak. Padahal saya mau pindah ke (rusun) Rawa Bebek. Tapi nggak pernah dikasih Pak alasannya saya nggak punya petak bidang,” kata Siti kepada Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

“Ini kan sudah disiapkan Bu,” kata Ahok pada Siti.

“KTP mana Bu memang?” tanya Ahok lagi.

“KTP Bukit Duri Pak,” jawabnya.

Sambil menangis, Siti menceritakan ke Ahok soal anaknya sedang sakit dan tidak bersekolah. Dia mengaku tidak punya biaya menyekolahkan anaknya, apalagi saat ini dia masih pusing karena belum memiliki tempat tinggal tetap.

“Sekarang masih ngontrak Pak di Cipinang. Padahal saya maunya ke Rawa Bebek. Soalnya teman-teman saya yang lain, yang ngontrak juga, pada dapat di Rawa Bebek,” ujar Siti pada Ahok.

Ahok pun menuliskan nota pada Siti agar dia bisa mendapat rusun Rawa Bebek. Dalam notanya, Ahok menuliskan warga Bukit Duri walaupun mengontrak tetap mendapat rusun.

“Yang tinggal di Bukit Duri, alamat KTP Bukit Duri walau kontrak, harus dikasih rusun,” tulis Ahok.

 

Sumber : detik.com

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%