Wow! Belanja Wisata Indonesia 2017 Mencapai Rp.230,91 Triliun, ini yang menjadikan Indonesia Unggul Dari Singapura!

0
382

Sejak zaman sejarah dan pra-sejarah, Indonesia telah dikenal sebagai tujuan para petualang yang berasal dari berbagai belahan dunia lainnya. Kekayaan dan keindahan sumber daya alam Indonesia begitu mempesona, sehingga dimasa kerajaan tersebut menjadi incaran dari negara-negara eropa yang didominasi mempunyai fasiltas arma laut lengkap dan berpengalaman, seperti prancis, belanda, inggris maupun portugis.

Sesuai histori kepariwisataan di Indonesia, dimulai tahun 1910, yang dilakoni oleh pemerintah Kolonial Belanda, dengan berdirinya kantor VTV (Vereeneging Toesristen Velker). Berikutnya perkembangan ini diikuti kehadiran perwakilan-perwakilan bidang pariwisata ditandai dengan tumbuh pesatnya jasa hotel, transportasi yang juga didorong dari meningkatnya jalur perdagangan antar benua Eropa dan Asia. Sejarah pariwisata di Indonesia, setidaknya dibagi atas 3 phase yaitu masa kolonialisme, masa pendudukan dan periode bebas dari penjajahan sampai saat ini.

Begitu tingginya akses dan minat mayoritas orang untuk menemukan tujuan wisata baru sehingga hampir semua tempat di Indonesia di angkat menjadi destinasi wisata yang memiliki karakter kunjungan tersendiri. Bahkan dibeberapa daerah di Indonesia, dengan “menyulap” secara sederhana saja, sebuah rumah tua mampu menjadi alternative wisata yang ramai dikunjungi oleh para tamu.

Aktivitas pariwisata di Indonesia, didukung penuh oleh pemerintah dan juga sangat dimudahkan dengan adanya kemajuan teknologi informasi baik berupa aplikasi, promosi wisata maupun fasilitas yang sangat dekat dengan akses digital.

Sesuai dengan posisi Indonesia, ditengah jalur akses dua, 3 benua, Indonesia lebih unggul dari Malaysia terkait dengan destinasi wisata. “Indonesia ditahun 2017, telah sampai pada posisi 20 besar diantara negara-negara dengan pertumbuhan tertinggi” kata Arief , Menpar dalam jumpa pers pada akhir tahun lalu (21/12/2017).  Sebelumnya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya telah meramalkan kunjungan wisman sepanjang tahun 2017 mencapai 14 Juta, artinya telah tumbuh sebesar 24 persen.

Mengapa pertumbuhan wisata di Indonesia lebih unggul dari Malaysia bahkan dari negara Singapura sekalipun?… Secara fakta yang ditemui dan laporan jurnalis pariwisata, bahwa fenomena tour and travel di Indonesia telah menjadikan karakter lokal Indonesia sejak jaman dahulu hingga jaman NOW. Tidak hanya kualitas destinasi yang ditonjolkan tapi hampir menyeluruh objek wisata di Indonesia memiliki subjek historis yang telah melegenda kedunia. Tentunya hal ini tidak hanya unik, tapi tiada duanya.

Sesuai data Kementerian pariwisata, negara Malaysia, hanya mencapai 0,87 % angka kenaikan sektor pariwisatanya selama Januari –Mei. Sementara Singapura hanya 3,83 % periode Januari-Juli, dan Thailand mencapai angka 6,69 % selama Januari-Oktober. Sementara untuk data wisnus (wisatawan nusantara), selama Januari- Oktober 2017 di Indonesia dengan jumlah 252.569.465 kunjungan, bila dikalkulasikan belanja yang dihabiskan senilai Rp 230,91 triliun.

Wow…fantastis., Angka yang hampir mendekati jumlah APBN Indonesia 2015. Lalu apa langkah Anda melihat peluang betapa besarnya belanja yang dikeluarkan untuk dunia pariwisata di Indonseia. Dan angka ini bakal naik terus setiap tahunnya hingga 35 %.

Leave your vote

-1 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 100.000000%